Sylvester Gardenzio Stallone (lahir di New York City, Amerika Serikat, 6 Juli
1946; umur 64 tahun) adalah aktor, sutradara dan penulis naskah film Amerika
Serikat. Ia mempunyai nama panggilan "Sly". Nama tengahnya kadang-kadang
dipanggil "Enzio," dan ada di A&E salah satu biografi aktor, The Rocky Road
to the Top, ibunya memberikan nama tengah "Gardenzio." Ia termasuk salah satu
legenda besar yang sukses dalam film aksi laga, peran-perannya antara lain dalam
serial Rocky dan Rambo.
Pemuda ini dilahirkan dari keluarga miskin di New
York. Ibunya terpaksa melahirkan dia ditangga pintu sebuah sekolah. Akibat
kelahiran yang tak lancar, ia menderita kelainan saraf di bagian mukanya, sisi
kanan wajahnya menjadi tidak normal. Ia juga berbicara gagap, dan ujung bibirnya
selalu tertarik ke bawah. Ia kerap diejek sebagai tokoh film kartun kucing di
Looney Tunes yang kebetulan mirip namanya. Karena kekurangannya, di usia remaja
ia dimasukkan kesekolah bagi anak yang mempunyai kebutuhan khusus.
Ia
mempunyai mimpi untuk menjadi aktor. Untuk mengejar mimpinya menjadi aktor
terkenal, pemuda ini mengikuti audisi kemana-mana. Akan tetapi wajahnya yang
“seperti cacat mental” dan gaya bicara yang gagap, serta aktingnya yang terlihat
kaku, membuat ia selalu ditolak untuk peran apapun yang diinginkannya. Tetapi ia
pantang menyerah, anda akan kaget mengetahui berapa kali ia ditolak agen di New
York. Ia di tolak sebanyak 1500 kali, bahkan jumlah seluruh agen film di New
York tidak sebanyak itu. Artinya, beberapa agen sudah menolaknya
berkali-kali.

Setelah gagal audisi dimana-mana, akhirnya ia nekad. Untuk mendapatkan
peran pertamanya ia terpaksa ngotot. Ia datang kesebuah agency pukul 04.00 sore
tetapi agen film yang didatangi menolak untuk bertemu dengannya. Keesokan
paginya ketika sang agen datang ke kantor ia menemukan si pemuda tetap menunggu.
Ia menunggu semalaman. Akhirnya agen tersebut tak tega dan memberinya
kesempatan.
Walaupun ia hanya muncul selama beberapa menit sebagai figuran, ini
sudah merupakan trobosan baginya. Setidaknya memberi nilai tambah bahwa ia
pernah main film. Ia pikir jalannya akan lebih mudah.
Hidupnya tak
kunjung membaik. Istrinya mulai tak tahan dengan obsesinya. Istrinya selalu
bilang cari pekerjaan sungguhan yang tidak ada hubugannya dengan acting, tapi ia
tetep bersikeras tidak ingin mengubur impiannya di dunia acting. Hidupnya makin
sulit, ia terpaksa menjual perhiasan istrinya. Pada titik terndah dalam hidupnya
ia terpaksa menjual anjing kesayangan bernama Timmy. Ia berusaha keras selama
berbulan-bulan sampai satu hari ia sama sekali tidak punya uang. Timmy sangat
dekat dengannya, seperti sahabat, dengan terpaksa ia menjual anjingnya hanya
dengan harga US$ 25 untuk bisa menyambung hidupnya, karena sudah betul-betul
bangkrut, sampai tidak bisa makan. Saat itu ia menangis.
Dalam kegalauan
ia menonton sebuah pertandingan tinju antara Mohammad Ali dan Chuck Webner,
seorang petinju lemah yang menurut ramalah banyak orang akan dapat dirobohkan
selama 3 ronde, ternyata Webner mempunyai kemantapan dan kekerasan hati. Ia
dapat menyelesaikan total 15 ronde melawan Ali karena tak mau menyerah. Pemudah
itu sangat terinspirasi dengan tontonan tersebut dan muncul sebuah visi tentang
sebuah film yang akan ia tulis naskanya. Malam hari itu juga ia menulis dan
menulis selama 3 hari tanpa berhenti, hingga naskah filmnya selesai. Ia sangat
gembira dengan naskah tersebut, akarena dalam pikirrannya ia tahu bahwa naskah
cerita tersebut akan menjadi sebuah film yang mengubah hidup dan nasibnya.
Tangannya sampai bergetar saat memandangi naskah itu.
Lalu utk mengajukan
tulisannya kepada para produser film. Namun tidak ada yang memberi tanggapan
serius atas naskah cerita tersebut. Tetapi ia tak pernah berhenti berusaha. Ia
menawarkan naskah ceritanya dan ditolak lebih dari ratusan kali kepada semua
produser dan studio film. Sampai suatu hari, ada sebuah studio yang berani
membeli naskahnya senilai US$ 20.000 dengan syarat tokoh utamanya dibitangi oleh
Ryan O’Neal dan Brut Reynolds. Ia senang sekali mendapat penawaran itu, akan
tetapi ngotot ingin tetap membintangi sendiri film tersebut. Lalu ia menawarkan
diri bermain Cuma-Cuma. Sang sutradara menolak. Walaupun sesungguhnya sangat
membutuhkan uang, ia bersikeras menolak menjual naskah tersebut kecuali jika ia
bisa menjadi bintangnya. Sang produser terus menaikkan tawarannya $80.000,
$125.000, $250.000 sampai $325.000, tetapi si pemuda bersikeras tidak akan mau
menjual naskah filmnya kecuali ia berperan menjadi tokoh utamanya. Ia berjanji
akan bermain bagus.
Akhirnya produser setuju dan menjadikan dia tokoh
utama dalam film tersebut, namun hanya dengan bayaran $20.000 untuk naskah
cerita ditamnah $340 perminggu sesuai upah minimal seorang aktor. Setelah
dipotong biaya-biaya, komisi agen, dan pajak, ia hanya mendapat penghasilan
bersih $6.000 bukannya $325.000.

Ini adalah kisah sylvester stallone atau bisa disingkat “sly”. Sly sadar,
setelah 1500 kali penolakan, naskah film Rocky yang dibuatnya mungkin
satusatunya pintu gerbang untuk menjadi peran utama, karena itu ia tidak mau
melepas peran Rokcy untuk orang lain. Sekalipun ber-budget rendah US$1.000.000
dan dibintangi akrot tidak terkenal saat itu, yaitu stallone sendiri, film ini
meledak di pasaran dan menghasilkan uang senilai US$ 200.000.000 atau 200 kali
lipat.
Dari film Rocky yang dibintanginya ia dinominasikan meraih Academi
Award sebagai aktor terbaik. Film tersebut memenangkan tiga Oscar untuk film
terbaik, sutradara terbaik dan skenario film terbaik. Setelah Rocky, kesuksesan
terus mengiringinya selama beberapa dekade ke depan. Ia kembali sukses menjadi
ikon action movie dalam karakter Rambo. Pemuda keturunan itali ini menjadi ikom
machismo (kejantanan) dalam film action Holywood.
Ia menjadi aktor
pencetak box office terbesar didunia sepanjang tahun 1970 sampai 1990. Serial
Rocky (Rocky 1-5) dan Rambo (1-4) meraih hampir US$1 miliar, dan menjadikan
Stallone seoarng bintang film internasional termahal.
Apa yang dicapainya
kini merupakan buah keteguhannya mempertahankan mimpi untuk menjadi bintang
film.
Seandainya ia merelakan naskah Rocky dibintangi orang lain mungkin
ia mendapat US$325.000 untuk naskahnya tapi ia kehilangan peluang, yang mungkin
satu-satunya, untuk menjadi bintang utama.
Tentang penolakan yang
dialaminya ia berkata “i take rejection as someone blowing a bugle in my ear to
wake up and get going, rather than retreat”.
“saya anggap penolakan seperti orang meniupkan terompet di telinga
untuk membangunkan kita bukan untuk mundur”
Sumber: Tommyindra
0 Response to "Budak lelaki ini dulunya sering dihina dan dicaci teman-teman kerana punya kecacatan, namun setelah membesar dia akhirnya menjadi lelaki yang amat menggerunkan"
Post a Comment