Gerakan Hamilisasi (pacari, hamili, lalu murtadkan)
Mungkin sudah menjadi
rahasia umum bahwa banyak kejadian di masyarakat seorang wanita islam (muslimah)
yang pindah agama gara-gara menikah dengan pria non islam, dan mereka “terpaksa
menikah” karena sudah terlanjur hamil atau minimal tidak perawan lagi, sementara
sang pria hanya mau bertanggungjawab tapi dengan syarat bahwa si wanita
berpindah agama. Wanita yang dalam posisi sulit ini, karena jika tidak segera
menikah akan menanggung malu, hamil tanpa suami, kadang memilih menggadaikan
agamanya dan berpindah ke agama suami.
Kadang ada juga modus lain, yaitu
pria non muslim awalnya masuk islam dulu untuk menikahi wanita, lalu setelah
sekian waktu kemudian murtad lagi, dan mengajak anak istrinya untuk ikut
murtad.
Gerakan 3 M: memacari, menghamili,
memurtadkan
=============== ===============
Awas, Kristenisasi
dengan Modus Pernikahan!
Kaum Muslimin khususnya para Muslimah agar
hati-hati dalam mencari pasangan, jangan pernah mau menikah dengan pasangan beda
akidah apalagi pasangan yang pura-pura masuk Islam, pastikan dulu keimanan dan
ketaqwaannya. Demikian pesan mantan misionaris yang sudah menjadi Muslim, Ustadz
Bernard Abdul Jabbar.

Mantan misionaris ini mengungkapkan bahwa didalam Bibel ternyata ada ayat
yang melegalkan cara penipuan asalkan demi agama.
“Paulus menyatakan dalam Bibel: berdusta bukanlah suatu dosa apabila
dilakukan untuk memuliakan tuhan, tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku
semakin melimpah bagi kemuliaannya mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai
orang-orang yang berdosa,” papar Ustadz Bernard membacakan Roma ayat 7 seperti
diberitakan Suara Islam.
Ustadz Bernard menambahkan, salah satu upaya pemurtadan ialah lewat
program 3 M (Memacari, Menghamili dan Memurtadkan).
“Karena agama mereka melegalkan cara-cara yang licik dan membolehkan
tipu daya serta muslihat, maka mereka melakukannya seperti pura-pura masuk Islam
terlebih dahulu agar bisa menikah, setelah menikah ia paksa pasangannya untuk
murtad,” ujarnya.
Menurut mantan penginjil ini, cara penipuan tersebut
mendapatkan legalitas dari para pendeta mereka, walaupun agama manapun melarang
perbuatan zina. Adanya doktrin yang disembunyikan dan tidak diketahui oleh umum,
yakni perzinahan dengan tujuan menyebarkan agama diyakini mendapatkan sambutan
dan pujian ribuan malaikat di langit dan di bumi.
“Doktrin inilah yang
melegalkan tindakan bejat yang menodai harkat kemanusiaan, bahkan apa yang
mereka lakukan mendapat restu dari istri bagi yang telah menikah. Toh, hanya
sementara waktu setelah itu mereka tinggalkan, dan sudah banyak contoh
kasusnya,” kata Ustadz Bernard.
Sumber: Cahyaimancahayakebenaranislam
0 Response to "Ini alasan sebenar Asmirandah tiba-tiba murtad dari Islam"
Post a Comment